Selasa, 18 April 2023

Restful Api

PENGERTIAN

RESTful API (Representational State Transfer) adalah suatu arsitektur untuk membuat API (Application Programming Interface) yang menggunakan protokol HTTP untuk berkomunikasi antara client dan server. RESTful API memiliki karakteristik sebagai berikut:

  1. Statelessness - Setiap permintaan ke server harus mencakup semua informasi yang diperlukan untuk memahami permintaan tersebut, tanpa mempertimbangkan permintaan sebelumnya.
  2. Resource-oriented - RESTful API memperlihatkan sumber daya atau objek sebagai sebuah URI (Uniform Resource Identifier). Sumber daya tersebut dapat berupa file, dokumen, atau data yang direpresentasikan dalam format tertentu seperti JSON atau XML.
  3. CRUD Operations - RESTful API memungkinkan untuk melakukan operasi Create, Read, Update, dan Delete (CRUD) pada sumber daya yang direpresentasikan oleh URI.
  4. Uniform Interface - RESTful API menggunakan protokol HTTP dengan metode yang dikenal seperti GET, POST, PUT, dan DELETE.
  5. Dalam pengembangan aplikasi modern, RESTful API menjadi pilihan utama dalam menyediakan data dan fungsionalitas melalui HTTP. API yang tergolong RESTful mempermudah integrasi dan pengembangan aplikasi terkait dengan penggunaan yang mudah dimengerti, dikembangkan dan dipelihara.

FUNGSI RESTFUL API

Berikut adalah beberapa fungsi dari RESTful API:
  1. Menyediakan antarmuka komunikasi standar antara client dan server melalui protokol HTTP.
  2. Memungkinkan aplikasi untuk melakukan berbagai operasi CRUD pada sumber daya yang direpresentasikan oleh URI.
  3. Menggunakan metode HTTP yang dikenal seperti GET, POST, PUT, dan DELETE, sehingga mempermudah pengembangan dan integrasi aplikasi.
  4. Meningkatkan interoperabilitas dan fleksibilitas aplikasi dengan memungkinkan aplikasi berbeda dapat berkomunikasi satu sama lain.
  5. Memungkinkan penggunaan format data yang berbeda seperti JSON atau XML.
  6. Mempermudah pengembangan aplikasi berbasis web dengan menyediakan akses ke sumber daya melalui protokol HTTP yang umum digunakan.

CARA KERJA

Cara kerja RESTful API didasarkan pada prinsip-prinsip arsitektur REST, yaitu statelessness, resource-oriented, CRUD operations, dan uniform interface. Berikut adalah penjelasan cara kerja RESTful API:

  1. Statelessness: Setiap permintaan ke server harus mencakup semua informasi yang diperlukan untuk memahami permintaan tersebut, tanpa mempertimbangkan permintaan sebelumnya. Dengan kata lain, server tidak menyimpan informasi tentang state dari client.
  2. Resource-oriented: RESTful API memperlihatkan sumber daya atau objek sebagai sebuah URI (Uniform Resource Identifier). Sumber daya tersebut dapat berupa file, dokumen, atau data yang direpresentasikan dalam format tertentu seperti JSON atau XML.
  3. CRUD Operations: RESTful API memungkinkan untuk melakukan operasi Create, Read, Update, dan Delete (CRUD) pada sumber daya yang direpresentasikan oleh URI. Untuk melakukan operasi CRUD, client mengirimkan permintaan HTTP menggunakan metode yang sesuai, yaitu POST untuk create, GET untuk read, PUT untuk update, dan DELETE untuk delete.
  4. Uniform Interface: RESTful API menggunakan protokol HTTP dengan metode yang dikenal seperti GET, POST, PUT, dan DELETE. Selain itu, RESTful API juga menggunakan tipe media seperti JSON atau XML untuk merepresentasikan data.
  5. Dalam penggunaannya, client mengirimkan permintaan HTTP ke server dengan menggunakan metode yang sesuai, dan server akan merespons dengan mengirimkan data dalam format yang diinginkan oleh client. Kemudian, client dapat melakukan operasi CRUD pada data dengan mengirimkan permintaan HTTP yang sesuai ke server.

Dalam pengembangan aplikasi, RESTful API menjadi penting karena mempermudah integrasi antara aplikasi yang berbeda, dan memungkinkan penggunaan format data yang berbeda seperti JSON atau XML.

Kamis, 30 Maret 2023

git

 Apa itu git?

Git adalah salah satu sistem pengontrol versi (version control system) yang paling populer dan banyak digunakan di dunia pengembangan perangkat lunak. Git digunakan untuk melacak perubahan kode sumber (source code) dari sebuah proyek perangkat lunak dari waktu ke waktu, sehingga memungkinkan pengembang untuk mengelola kode sumber secara efisien, melakukan kolaborasi dengan tim, dan memfasilitasi pengembangan perangkat lunak yang terstruktur.

Dalam Git, kode sumber dikelola dalam repository, yang dapat berupa repository lokal pada komputer pengembang atau repository yang terletak di server. Setiap kali ada perubahan pada kode sumber, Git akan mencatat perubahannya dalam sebuah commit, dan pengembang dapat dengan mudah memeriksa perubahan tersebut, mengembalikan kode sumber ke versi sebelumnya, dan membagikan perubahan tersebut dengan tim.

Git memiliki banyak fitur yang sangat berguna, seperti branch, merge, dan pull request, yang memungkinkan pengembang untuk bekerja pada fitur baru atau memperbaiki bug tanpa mengganggu kode sumber utama. Git juga memiliki dukungan yang kuat untuk kolaborasi, yang memungkinkan tim pengembang untuk bekerja pada proyek perangkat lunak bersama-sama dengan cara yang terstruktur dan efisien.

Fungsi git

Git adalah sistem pengontrol versi terdistribusi yang digunakan oleh banyak pengembang perangkat lunak untuk mengelola kode sumber mereka. Git memungkinkan pengembang untuk mengelola perubahan kode sumber secara terpusat, melakukan rollback ke revisi sebelumnya, dan menggabungkan perubahan yang dilakukan oleh banyak pengembang pada satu kode sumber. Beberapa fungsi utama Git adalah:
  1. Version control: Git dapat melacak perubahan pada kode sumber Anda dari waktu ke waktu. Anda dapat memulihkan revisi sebelumnya, membuat cabang baru, dan menggabungkan perubahan yang dilakukan oleh banyak pengembang.
  2. Collaboration: Git memungkinkan banyak pengembang untuk bekerja pada proyek yang sama dan membagikan kode sumber mereka secara terpusat. Setiap pengembang dapat memeriksa kode sumber dari repositori Git, membuat perubahan, dan mengirimkannya kembali ke repositori.
  3. Branching and merging: Git memungkinkan Anda membuat cabang baru dari kode sumber Anda. Anda dapat mengembangkan fitur baru atau memperbaiki bug pada cabang terpisah tanpa memengaruhi kode sumber utama. Kemudian, Anda dapat menggabungkan cabang tersebut kembali ke kode sumber utama.
  4. Backup and restore: Git adalah alat yang baik untuk melakukan cadangan kode sumber Anda. Repositori Git dapat disimpan di tempat yang berbeda dan diarsipkan secara teratur. Jika diperlukan, Anda dapat memulihkan kode sumber Anda dari repositori yang diarsipkan.
  5. Code review: Git memungkinkan Anda melakukan review kode sumber secara efektif. Anda dapat melihat perubahan yang dilakukan oleh pengembang lain dan memberikan komentar tentang kode sumber tersebut.
  6. Continuous Integration: Git dapat diintegrasikan dengan alat CI/CD (Continuous Integration/Continuous Delivery) untuk mengotomatisasi proses pengujian dan pelepasan perangkat lunak secara berkelanjutan.

Kamis, 23 Maret 2023

java


Selamat datang di dunia Java, sebuah bahasa pemrograman yang populer dan kuat yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi komputer! Java diciptakan oleh tim pemberani dari Sun Microsystems dan memiliki kemampuan yang luar biasa, seperti kemampuan untuk berjalan di berbagai platform dan mudah dipelajari oleh para pemula. Java juga dapat digunakan untuk membuat berbagai jenis aplikasi yang sangat keren, dari aplikasi desktop hingga aplikasi web dan bahkan perangkat lunak untuk perangkat mobile! Namun, seperti setiap teknologi, Java juga memiliki beberapa kekurangan. Tapi jangan khawatir, karena Java masih menjadi pilihan utama bagi para pengembang di seluruh dunia. Mari kita jelajahi lebih jauh dan temukan keajaiban Java bersama-sama!

PENGERTIAN JAVA

Java adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi yang didesain pada awal tahun 1990-an oleh James Gosling dan timnya di Sun Microsystems (sekarang bagian dari Oracle Corporation). Bahasa pemrograman ini dikenal karena keunggulannya dalam portabilitas, artinya kode yang ditulis di satu platform (misalnya Windows) dapat dijalankan di platform lain (misalnya Mac atau Linux) tanpa perlu mengubah kode tersebut. Selain itu, Java juga dikenal karena kemampuannya dalam membangun aplikasi yang kompleks dan scalable.

Java banyak digunakan dalam berbagai jenis aplikasi seperti desktop, web, mobile, dan enterprise. Dalam pemrograman web, Java digunakan dalam pengembangan server-side aplikasi dengan framework seperti Spring dan Hibernate. Dalam mobile, Java digunakan dalam pengembangan aplikasi Android. Sedangkan dalam enterprise, Java digunakan dalam membangun aplikasi bisnis yang kompleks dan scalable.

SEJARAH JAVA

Java adalah bahasa pemrograman dan platform perangkat lunak yang dikembangkan oleh James Gosling dan timnya di Sun Microsystems pada awal tahun 1990-an. Java awalnya diciptakan sebagai bahasa pemrograman untuk pengembangan perangkat lunak konsumen elektronik, seperti televisi dan telepon seluler, yang membutuhkan aplikasi yang dapat dijalankan pada berbagai jenis perangkat keras dengan konfigurasi yang berbeda-beda.

Nama "Java" sendiri diambil dari nama sebuah pulau di Indonesia, di mana kopi merupakan produk utama ekspor. Nama ini dipilih karena para pengembang di Sun Microsystems menyukai kopi dan ingin memberikan kesan yang positif dan mudah diingat untuk bahasa pemrograman baru mereka.

Pada tahun 1995, Sun Microsystems merilis Java sebagai platform perangkat lunak yang dapat dijalankan pada berbagai sistem operasi, termasuk Windows, Mac OS, dan Unix. Keunggulan utama Java adalah portabilitasnya, yang memungkinkan pengembang untuk menulis kode sekali dan menjalankannya di berbagai platform dan perangkat keras yang berbeda.

Java segera menjadi populer di kalangan pengembang perangkat lunak dan digunakan untuk berbagai aplikasi, termasuk pembuatan aplikasi web, permainan video, dan aplikasi perbankan. Pada tahun 2009, Sun Microsystems diakuisisi oleh Oracle Corporation, yang sekarang mengelola dan mengembangkan Java.

Java terus dikembangkan dan diperbarui hingga saat ini, dan saat ini digunakan secara luas di seluruh dunia oleh berbagai perusahaan dan organisasi. Java juga menjadi salah satu bahasa pemrograman yang paling populer dan banyak digunakan di seluruh dunia.

FUNGSI JAVA

Java memiliki banyak fungsi dan digunakan dalam berbagai bidang, antara lain:
  1. Pengembangan Aplikasi Web: Java dapat digunakan untuk membuat aplikasi web dinamis menggunakan teknologi seperti JavaServer Pages (JSP) dan servlet.
  2. Pengembangan Aplikasi Desktop: Java juga dapat digunakan untuk membuat aplikasi desktop yang dapat dijalankan pada berbagai platform, seperti Windows, MacOS, dan Linux.
  3. Pengembangan Aplikasi Mobile: Java digunakan untuk mengembangkan aplikasi untuk platform mobile seperti Android, yang merupakan sistem operasi ponsel yang paling banyak digunakan di dunia.
  4. Pengembangan Game: Java digunakan dalam pengembangan game, baik game desktop maupun game mobile.
  5. Pengembangan Aplikasi Enterprise: Java digunakan untuk mengembangkan aplikasi perusahaan yang kompleks dan berukuran besar.
  6. Pengembangan Aplikasi IoT: Java dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi untuk Internet of Things (IoT), seperti aplikasi yang mengontrol perangkat elektronik yang terhubung ke internet.
  7. Pembuatan Aplikasi Cloud: Java juga digunakan untuk membuat aplikasi cloud, baik untuk cloud publik maupun cloud pribadi.
  8. Pembuatan Alat Pengujian: Java digunakan untuk membuat alat pengujian perangkat lunak, seperti JUnit dan TestNG.
  9. Pemrograman Komputer Ilmiah: Java digunakan untuk pemrograman komputer ilmiah dan analisis data.
  10. Pengembangan Aplikasi Keamanan: Java digunakan untuk pengembangan aplikasi keamanan, seperti aplikasi keamanan perbankan dan sistem keamanan jaringan.

KOMPONEN JAVA

Java memiliki beberapa komponen penting yang harus dimiliki untuk menjalankan aplikasi Java dan mengembangkan program Java. Berikut ini adalah beberapa komponen penting dari platform Java:
  1. Java Development Kit (JDK): JDK adalah komponen utama dalam pengembangan aplikasi Java. JDK terdiri dari alat-alat yang diperlukan untuk mengembangkan, menguji, dan menjalankan aplikasi Java, seperti kompilator, debugger, dan JVM (Java Virtual Machine).
  2. Java Runtime Environment (JRE): JRE adalah lingkungan di mana aplikasi Java dapat dijalankan. JRE terdiri dari JVM dan perpustakaan kelas Java (Java Class Library).
  3. Java Virtual Machine (JVM): JVM adalah mesin virtual yang menjalankan kode Java. JVM terdiri dari beberapa komponen, seperti Class Loader, Bytecode Verifier, dan Execution Engine.
  4. Java Class Library: Java Class Library adalah kumpulan perpustakaan kelas Java yang dapat digunakan oleh pengembang untuk mempercepat dan memudahkan pengembangan aplikasi. Perpustakaan ini terdiri dari ribuan kelas yang mencakup banyak fungsi, seperti I/O, pengolahan string, dan pemrograman jaringan.
  5. Integrated Development Environment (IDE): IDE adalah perangkat lunak yang membantu pengembang dalam menulis, menguji, dan men-debug kode Java. IDE biasanya menyediakan editor kode, alat pengujian, debugger, dan integrasi dengan alat pengembangan lainnya
  6. Application Programming Interface (API): API adalah sekumpulan instruksi dan protokol yang digunakan oleh pengembang untuk berinteraksi dengan sistem atau aplikasi tertentu. Java menyediakan banyak API yang berguna untuk berbagai keperluan, seperti pengolahan file, pengolahan jaringan, dan tampilan grafis.
Semua komponen ini bersama-sama membentuk platform Java yang kuat dan fleksibel, yang memungkinkan pengembang untuk membuat aplikasi yang dapat dijalankan pada berbagai platform dan perangkat keras yang berbeda.

CARA KERJA JAVA

Java adalah sebuah bahasa pemrograman yang menggunakan konsep pemrograman berorientasi objek (OOP). Cara kerja Java pada dasarnya adalah dengan mengompilasi kode Java ke dalam bytecode, yang kemudian dijalankan pada Java Virtual Machine (JVM).

Berikut adalah langkah-langkah cara kerja Java secara umum:
  • Penulisan kode Java: Kode Java ditulis menggunakan editor teks atau Integrated Development Environment (IDE) seperti Eclipse, NetBeans, atau IntelliJ IDEA.
  • Kompilasi kode Java: Setelah menulis kode Java, kode tersebut dikompilasi ke dalam bytecode Java. Bytecode ini tidak dapat langsung dijalankan pada sistem operasi seperti kode bahasa mesin.
  • Jalankan bytecode pada JVM: Bytecode Java dapat dijalankan pada JVM, yang merupakan sebuah perangkat lunak yang berjalan pada sistem operasi. JVM akan menerjemahkan bytecode menjadi kode mesin yang dapat dijalankan pada sistem operasi.
  • Eksekusi program: Setelah bytecode dijalankan pada JVM, program Java dapat dieksekusi dan menghasilkan output yang diinginkan.
Java juga memiliki beberapa fitur yang memungkinkan pengembangan aplikasi yang lebih mudah dan aman, seperti pengelolaan memori otomatis dan sistem pemrograman berorientasi objek. Selain itu, Java memiliki banyak library standar yang siap digunakan untuk berbagai keperluan, seperti manipulasi file, pengolahan data, dan lain sebagainya.

KEKURANGAN DAN KELEBIHAN JAVA

Berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangan Java:

Kelebihan Java:
  1. Portabilitas: Java dapat dijalankan pada berbagai platform karena bytecode Java dapat dijalankan pada JVM. Oleh karena itu, aplikasi Java dapat berjalan pada sistem operasi yang berbeda tanpa perlu mengubah kode.
  2. Keamanan: Java memiliki fitur keamanan yang memungkinkan pengguna untuk menjalankan aplikasi dengan lebih aman. Contohnya, Java dapat menjalankan aplikasi di dalam "sandbox" yang membatasi aplikasi hanya dapat mengakses sumber daya tertentu pada sistem.
  3. Kemudahan pengembangan: Java memiliki sintaks yang mudah dipahami dan memiliki banyak library standar yang siap digunakan. Hal ini memudahkan pengembang untuk membangun aplikasi dengan cepat dan efisien.
  4. Pemrograman berorientasi objek: Java adalah bahasa pemrograman berorientasi objek, sehingga memungkinkan pengembang untuk membagi kode ke dalam kelas-kelas dan objek-objek yang lebih mudah untuk dipelajari dan dipahami.

Kekurangan Java:
  1. Kinerja: Meskipun JVM dapat mengeksekusi bytecode dengan cepat, kinerja aplikasi Java sering kali lebih lambat dibandingkan bahasa pemrograman lain seperti C++ atau Python.
  2. Konsumsi memori: Karena Java menggunakan sistem manajemen memori otomatis, aplikasi Java cenderung mengonsumsi lebih banyak memori daripada aplikasi yang ditulis dalam bahasa pemrograman lain.
  3. Kompleksitas: Java memiliki banyak fitur dan konsep yang memungkinkan pengembang untuk membangun aplikasi yang kompleks. Namun, ini juga dapat membuat belajar Java memerlukan waktu dan usaha yang
  4. Kurangnya dukungan untuk pemrograman tingkat rendah - Java memiliki lingkup abstraksi yang tinggi, sehingga tidak ideal untuk pemrograman tingkat rendah seperti pemrograman perangkat keras atau perangkat lunak sistem.
  5. Kurangnya dukungan untuk pemrograman fungsional - Java memperkenalkan dukungan untuk pemrograman fungsional dengan Java 8, tetapi bahasa ini tidak memiliki dukungan penuh untuk gaya pemrograman fungsional seperti yang dimiliki oleh bahasa pemrograman lain seperti Haskell atau Scala.

Jumat, 10 Maret 2023

PRAKTIKUM DATABASE

1. Create Table tb_pengguna

  • Sebelum membuat table yang pertama dilakukan adalah masuk kedalam database, menggunakan query "USE" digunakan untuk menentukan database mana yang akan digunakan dalam sesi koneksi saat ini. Contohnya kita akan masuk ke database belajar maka `use_belajar`. 
  • "CREATE TABLE" untuk membuat tabel baru. Nama tabel yang ingin kita buat adalah `tb_pengguna`. Setiap kolom didefinisikan dengan nama kolom yang diinginkan dan tipe data yang digunakan. Kolom "userid" didefinisikan sebagai PRIMARY KEY, sehingga ia menjadi kunci utama pada tabel dan harus berbeda-beda untuk setiap baris data pada tabel.

  • Perintah `desc tb_pengguna` digunakan untuk menampilkan struktur atau skema tabel "tb_pengguna" dalam sebuah database. Perintah ini akan menampilkan informasi tentang kolom-kolom yang ada pada tabel "`b_pengguna` seperti tipe data kolom, ukuran kolom, apakah kolom dapat bernilai null atau tidak, dan lain-lain.

2.  Added Unique Into Table Field : Email

Query `ALTER TABLE` digunakan untuk mengubah struktur tabel dalam database, seperti menambahkan kolom baru, menghapus kolom, mengubah tipe data kolom, menambahkan indeks, dan sebagainya. Nah, untuk mengubah struktur tabel tb_pengguna. Dalam hal ini, perintah tersebut menambahkan indeks unik baru bernama `idx_uniq_tb_pengguna` pada kolom `email`.


   Hasil :

Tabel tersebut memiliki 4 kolom atau field:
  1. userid dengan tipe data varchar(50), menunjukkan bahwa nilai pada kolom ini adalah karakter dengan panjang maksimal 50 karakter. Kolom ini diatur sebagai primary key (PRI), yang berarti nilai yang ada pada kolom ini harus unik untuk setiap baris data dalam tabel.
  2. nama dengan tipe data varchar(50), menunjukkan bahwa nilai pada kolom ini adalah karakter dengan panjang maksimal 50 karakter. Kolom ini tidak memiliki constraint kunci (Key).
  3. email dengan tipe data varchar(50), menunjukkan bahwa nilai pada kolom ini adalah karakter dengan panjang maksimal 50 karakter. Kolom ini diatur sebagai unique key (UNI), yang berarti nilai pada kolom ini harus unik untuk setiap baris data dalam tabel.
  4. no_telp dengan tipe data int, menunjukkan bahwa nilai pada kolom ini adalah bilangan bulat. Kolom ini tidak memiliki constraint kunci (Key).
Jadi, tabel tersebut memiliki 1 primary key (userid) dan 1 unique key (email), yang dapat membantu memastikan keunikan setiap baris data dalam tabel.

3.  Added Index Into Tablefield : nama, no_telp

Untuk menambahkan indeks pada kolom nama dan no_telp, dapat menggunakan perintah ALTER TABLE dengan menambahkan pernyataan ADD INDEX. Berikut adalah contoh untuk menambahkan indeks pada kedua kolom tersebut:


Hasil :
Hasilnya, kolom nama memiliki index (MUL) yang dapat membantu mempercepat query yang melakukan pencarian atau pengurutan berdasarkan kolom tersebut. Sedangkan kolom userid diatur sebagai primary key dan kolom email diatur sebagai unique key untuk memastikan keunikan data dalam tabel.

4.  Edit Field Data Type

Untuk mengubah tipe data kolom dalam sebuah tabel, Anda dapat menggunakan perintah ALTER TABLE dengan pernyataan MODIFY COLUMN. Berikut adalah contoh untuk mengubah tipe data kolom dari INT menjadi BIGINT pada kolom deskripsi dalam tb_pengguna:

Hasil:
Nah hasilnya tipe data kolom no_telp telah diubah dari int menjadi bigint, yang mengizinkan bilangan bulat yang lebih besar.

5. Insert Data Into Table tb_pengguna

Untuk menyisipkan atau menambahkan data ke dalam tabel tb_pengguna,  Gunakan query INSERT INTO. Berikut adalah contoh untuk menyisipkan atau menambahkan data ke dalam tabel tb_pengguna:
  • Perintah tersebut akan menyisipkan 5 data ke dalam tabel tb_pengguna, masing-masing dengan nilai pada kolom userid, nama, email, dan no_telp. Perhatikan bahwa nilai-nilai tersebut dikelompokkan dalam satu pernyataan VALUES dengan tanda kurung dan dipisahkan oleh tanda koma. Jumlah nilai dalam setiap grup harus sama dengan jumlah kolom dalam tabel, dan urutan nilai harus sama dengan urutan kolom.

  • Untuk melihat hasilnya gunakan SELECT dengan menuliskan nama tabelnya dan tanda bintang (*) untuk menandakan bahwa ingin menampilkan seluruh kolom dan baris data dalam tabel. Contoh : "select * from tb_pengguna"
Hasilnya akan terlihat data yang sudah ditambahkan tadi, yang terdiri dari 4 kolom atau field.

6. Create Table tb_team field : id_team, nama_team, id_koordinator

  • "CREATE TABLE" digunakan untuk membuat sebuah tabel baru di dalam basis data. Dalam contoh perintah yang telah diberikan, tabel baru dengan nama "tb_team" akan dibuat.
  • Di dalam tabel tersebut akan terdapat kolom "id_team" dengan tipe data INT dan nilai default "NULL". Kolom ini akan berperan sebagai primary key dengan menggunakan indeks jenis BTREE.
  • Terdapat juga kolom "nama_team" dengan tipe data VARCHAR(50) dan nilai default "NULL", serta kolom "id_koordinator" dengan tipe data INT(11) dan nilai default "NULL".
  • Hasilnya tabel tb_team memiliki tiga kolom yaitu id_team, nama_team, dan id_koordinator. Kolom id_team memiliki tipe data int, tidak dapat bernilai null, dan merupakan primary key dengan opsi auto_increment. Kolom nama_team memiliki tipe data varchar(50), dapat bernilai null, dan tidak memiliki indeks. Kolom id_koordinator juga memiliki tipe data int, dapat bernilai null, dan tidak memiliki indeks.

7. Create Table tb_koordinator field : id_koordinator, nama

  • Tabel ini memiliki dua kolom yaitu id_koordinator dan nama. Kolom id_koordinator memiliki tipe data INT(11) dan merupakan kolom yang harus diisi (NOT NULL). Sedangkan kolom nama memiliki tipe data VARCHAR(50) dan bisa diisi dengan nilai NULL (DEFAULT NULL). Kolom id_koordinator juga ditetapkan sebagai primary key, sehingga nilainya harus unik. Kolom nama juga ditetapkan sebagai unique index, sehingga tidak diperbolehkan ada duplikat nilai pada kolom tersebut.
  • Hasilnya tabel tb_koordinator telah dibuat dengan dua kolom yaitu id_koordinator dan nama. Kolom id_koordinator memiliki tipe data int dan diatur sebagai primary key. Sementara itu, kolom nama memiliki tipe data varchar(50) dan diatur sebagai unique index menggunakan b-tree.

8. Add Constraint FOREIGN KEY

  • Constraint FOREIGN KEY digunakan untuk menghubungkan satu tabel dengan tabel lain melalui kolom yang berelasi. Hal ini dilakukan agar relasi antar tabel dapat terjalin dan menghindari terjadinya anomali pada data.
  • Untuk menambahkan sebuah constraint FOREIGN KEY pada kolom id_koordinator di tabel tb_team yang merujuk ke kolom id_koordinator di tabel tb_koordinator. Dengan menambahkan constraint ini, setiap nilai yang dimasukkan ke kolom id_koordinator di tabel tb_team harus ada di kolom id_koordinator di tabel tb_koordinator.
  • Pada perintah tersebut, FK_idk_idk adalah nama constraint yang diberikan, id_koordinator setelah FK_ adalah kolom yang direferensikan di tabel tb_team, sedangkan id_koordinator setelah REFERENCES adalah kolom referensi di tabel tb_koordinator. Kemudian, ON UPDATE CASCADE ON DELETE CASCADE menunjukkan bahwa jika nilai di kolom id_koordinator di tabel tb_koordinator diubah atau dihapus, perubahan tersebut akan dicerm

9. Insert Into Table tb_team And tb_koordinator

"INSERT INTO" digunakan untuk memasukkan data ke dalam sebuah tabel. Pada contoh "insert into tb_koordinator VALUES (1,'Dzikri'),(2,'Egi'),(3,'Retno');" kita memasukkan 3 data sekaligus ke dalam tabel "tb_koordinator".

Setiap data yang dimasukkan terdiri dari 2 nilai yaitu nilai untuk field "id_koordinator" dan nilai untuk field "nama". Pada contoh tersebut, data yang dimasukkan adalah sebagai berikut:
  • (1, 'Dzikri') : Nilai 1 akan dimasukkan ke dalam field "id_koordinator" dan nilai 'Dzikri' akan dimasukkan ke dalam field "nama".
  • (2, 'Egi') : Nilai 2 akan dimasukkan ke dalam field "id_koordinator" dan nilai 'Egi' akan dimasukkan ke dalam field "nama".
  • (3, 'Retno') : Nilai 3 akan dimasukkan ke dalam field "id_koordinator" dan nilai 'Retno' akan dimasukkan ke dalam field "nama".
Sehingga setelah syntax dijalankan, data tersebut akan tercatat di dalam tabel "tb_koordinator".
Hasil : 

  • Untuk memasukkan data ke dalam tabel tb_team. Terdapat dua baris data yang dimasukkan dengan nilai (1, "Database", 1) dan (2, "Linux", 2).
  • Kedua baris data tersebut memiliki nilai pada kolom id_team dan nama_team, sedangkan kolom id_koordinator mengacu pada tabel tb_koordinator dengan nilai 1 dan 2 untuk masing-masing baris data.
  • Dengan demikian, data yang dimasukkan ke dalam tabel tb_team terkait dengan data yang telah ada di tabel tb_koordinator melalui kunci asing (FOREIGN KEY) pada kolom id_koordinator.
  • Query tersebut akan menambahkan 2 data yaitu "Database" dengan id_koordinator 1, dan "Linux" dengan id_koordinator 2. Data id_koordinator tersebut merujuk ke tabel tb_koordinator dengan kunci utama id_koordinator di tabel tb_team dan kunci utama yang sama di tabel tb_koordinator. Dengan demikian, kita dapat mengetahui siapa koordinator dari masing-masing tim dengan cara melakukan join antara kedua tabel tersebut.

10. Get Data For Each Table Created for all fields

  • Gunakan perintah SQL SELECT * FROM [nama_tabel] untuk mendapatkan semua data di setiap tabel yang ada. Misalnya, jika tabelnya bernama tb_pengguna, Anda dapat mengetikkan SELECT * FROM tb_pengguna untuk mendapatkan semua data di tabel tb_pengguna. Jangan lupa untuk mengganti tb_pengguna dengan nama tabel yang sesuai dengan tabel yang ingin Anda lihat datanya.

11. Get Data For Each Table Created for some fields

  • Gunakan perintah SELECT untuk mengambil data dari tabel dengan memilih beberapa kolom tertentu. Misalnya, untuk mengambil data dari tabel tb_pengguna dengan hanya memilih kolom 'nama'.
Hasilnya akan menampilkan data dari kolom ''nama' untuk setiap baris pada tabel tb_pengguna. Anda dapat mengganti kolom yang ingin Anda pilih sesuai dengan kebutuhan Anda.

12. Get Data From Tables Created Using Filter  

  • Tentukan filter yang ingin digunakan dan tabel mana yang akan diambil data-nya. Setelah itu, gunakan syntax SELECT untuk mengambil data dari tabel tersebut dengan menambahkan WHERE clause yang berisi filter yang telah ditentukan sebelumnya.

  • Contoh:
Untuk mengambil data dari tabel tb_pengguna yang hanya memiliki email dengan domain "novi", kita dapat menggunakan syntax berikut:

SELECT * FROM tb_pengguna WHERE nama LIKE 'novi%';

Ini akan mengambil semua data dari tabel tb_pengguna yang memiliki nama dengan yaitu "novi".

13.  Get Data From Table tb_team And tb_koordinator Using Inner Join

  • Query ini akan memilih seluruh kolom dari kedua tabel dimana terdapat kesamaan nilai pada kolom "id_koordinator" antara tabel "tb_team" dengan tabel "tb_koordinator". Alias untuk tabel "tb_team" diberikan dengan huruf "a" dan untuk tabel "tb_koordinator" diberikan dengan huruf "b".

14.  Get Data From Table tb_team And tb_koordinator Using Left Join      

  • Pada query ini, kita menggunakan alias "a" untuk tabel "tb_team" dan alias "b" untuk tabel "tb_koordinator". Kita juga menggunakan kolom "id_koordinator" untuk melakukan join pada kedua tabel.
  • Query ini akan memilih seluruh kolom dari tabel "tb_team" dan "tb_koordinator", dengan mengembalikan semua baris dari tabel "tb_team" serta baris-baris yang memiliki nilai yang cocok di tabel "tb_koordinator". Jika tidak terdapat nilai yang cocok di tabel "tb_koordinator", maka akan mengembalikan NULL.

15. Get Data From Table tb_team And tb_koordinator Using Right Join

  • Pada query di atas, kita menggunakan alias "a" untuk tabel "tb_team" dan alias "b" untuk tabel "tb_koordinator". Kita juga menggunakan kolom "id_koordinator" untuk melakukan join pada kedua tabel. Namun, yang membedakan dengan left join adalah bahwa pada right join, semua baris dari tabel "tb_koordinator" akan diambil, serta baris-baris dari tabel "tb_team" yang memiliki nilai yang cocok di tabel "tb_koordinator". Jika tidak terdapat nilai yang cocok di tabel "tb_team", maka akan mengembalikan NULL.
  • Perlu diingat bahwa right join jarang digunakan dibandingkan dengan left join, karena biasanya lebih sering ingin menampilkan seluruh baris dari tabel "tb_team" serta baris-baris dari tabel "tb_koordinator" yang memiliki nilai yang cocok.

16.  Rename tb_pengguna to tb_anggota

Tabel "tb_pengguna" adalah sebuah tabel dalam sebuah database yang digunakan untuk menyimpan data pengguna atau user. Sedangkan tabel "tb_anggota" adalah sebuah tabel dalam database yang digunakan untuk menyimpan data anggota.
Jadi, untuk merubah nama tabel "tb_pengguna" menjadi "tb_anggota", Kita dapat melakukan perubahan pada struktur database dengan melakukan query ALTER TABLE

Setelah query tersebut dijalankan, maka nama tabel "tb_pengguna" akan berubah menjadi "tb_anggota".

17.  Add Column Team On Tb_anggota   

Untuk menambahkan kolom baru bernama "Team" ke dalam tabel "Tb_anggota" dengan tipe data integer  sebagai berikut ;
ALTER TABLE Tb_anggota ADD COLUMN Team INT

"ALTER TABLE" digunakan untuk mengubah struktur tabel yang sudah ada, "Tb_anggota" adalah nama tabel yang akan diubah, "ADD COLUMN" menandakan bahwa akan ditambahkan kolom baru pada tabel, "Team" adalah nama kolom yang akan ditambahkan, dan "INT" menandakan tipe data kolom tersebut adalah integer.

18. Add Relation Between Tb_anggota And Tb_team

Untuk menambahkan relasi antara dua tabel dalam database, Anda dapat menggunakan perintah ALTER TABLE untuk menambahkan foreign key constraint ke dalam tabel yang akan menjadi tabel asing (foreign table).

Dalam konteks ini, saya asumsikan bahwa tabel "Tb_anggota" adalah tabel asing (foreign table) dan "Tb_team" adalah tabel utama (primary table).

Dalam contoh tersebut, perintah ALTER TABLE digunakan untuk menambahkan constraint ke tabel "Tb_anggota". Nama constraint diatur sebagai "fk_anggota_team". FOREIGN KEY menandakan bahwa ini adalah foreign key constraint. Kolom "team_id" diatur sebagai foreign key di tabel "Tb_anggota", dan REFERENCES menandakan tabel utama (primary table) dan kolom referensi utamanya diatur sebagai "id" di tabel "Tb_team".
Dengan menambahkan foreign key constraint seperti di atas, Anda dapat memastikan bahwa setiap nilai yang dimasukkan ke dalam kolom "team_id" di tabel "Tb_anggota" harus ada di kolom "id" di tabel "Tb_team". Hal ini memastikan integritas data dan menghindari masalah seperti data yang tidak konsisten dan duplikat.

19. Truncate All Table   

Perintah TRUNCATE TABLE digunakan untuk menghapus seluruh data dalam sebuah tabel, sementara struktur tabel tetap dipertahankan. Perintah ini sangat berguna jika Anda ingin menghapus seluruh data dalam sebuah tabel, namun tidak ingin menghapus struktur tabel itu sendiri.
Di mana "tb_anggota, tb_team, tb_koordinator" adalah nama tabel yang ingin dihapus seluruh datanya.
Perlu diketahui bahwa ketika Anda menggunakan perintah TRUNCATE TABLE, data dalam tabel akan langsung dihapus tanpa meminta konfirmasi, sehingga pastikan untuk melakukan backup data terlebih dahulu jika Anda ingin mempertahankan data yang ada. Selain itu, pastikan juga bahwa Anda menggunakan perintah dengan hati-hati, karena perintah ini akan menghapus semua data dalam tabel tanpa dapat dikembalikan.

20. Insert Data Into Table tb_koordinatorat least 5 data 

Berikut adalah contoh untuk memasukkan setidaknya 5 data ke dalam tabel "tb_koordinator":

Contoh di atas memasukkan 5 baris data ke dalam tabel "tb_koordinator" dengan kolom id_koordinator dan nama_koordinator saja. Pada baris pertama, nilai id_koordinator diatur ke 1 dan nilai nama_koordinator diatur ke 'Novi putri'. Begitu juga dengan data lainnya, setiap baris data memiliki nilai-nilai yang sesuai dengan urutan kolom pada tabel.

21. Insert Data Into Table tb_teamat least 6 data with 2 data null for column id_koordinator  

Perintah tersebut akan memasukkan 6 baris data ke dalam tabel "tb_team" dengan kolom-kolom yang sudah ditentukan. Data tersebut memiliki kolom nama_team dan id_koordinator. Pada baris pertama hingga keempat, nilai kolom id_koordinator diisi dengan nilai integer (1, 2, 4,5), sedangkan pada baris ketiga dan kelima, nilai kolom id_koordinator diisi dengan nilai null.

Baris pertama memasukkan data untuk NCT dengan nilai id_koordinator 1, sedangkan baris kedua memasukkan data untuk EXO dengan nilai id_koordinator 2. Begitu seterusnya hingga baris ketiga dan kelima yang memasukkan data untuk BTS dan IVE dengan nilai id_koordinator null.

22.  Insert Data Into Table tb_anggotaat least 60 data with some of =  field team from tb_team and some field team with null values        

Untuk menambahkan data kedalam table menggunakan query INSERT INTO, nah disini akan menambahkan data sebanyak 60

hasil
hasil

23. Get Data From 3 All Table With Null Data From Table Tb_koordinator  

Ini adalah sebuah query untuk menampilkan data dari tiga tabel yaitu "tb_anggota", "tb_team", dan "tb_koordinator" dengan menggunakan RIGHT JOIN. 


Penjelasan dari masing-masing elemen dalam query tersebut adalah sebagai berikut:
  1. SELECT a.nama AS nama_anggota, b.nama_team, c.nama AS nama_koordinator: Menentukan kolom-kolom yang akan ditampilkan pada hasil query. Pada query ini akan ditampilkan kolom "nama" dari tabel "tb_anggota" dengan alias "nama_anggota", kolom "nama_team" dari tabel "tb_team", dan kolom "nama" dari tabel "tb_koordinator" dengan alias "nama_koordinator".
  2. FROM tb_anggota AS a: Menentukan tabel utama yang akan digunakan pada query, dalam hal ini adalah tabel "tb_anggota" yang diberi alias "a".
  3. RIGHT JOIN tb_team AS b ON a.team = b.id_team: Menentukan jenis JOIN dan tabel yang akan di-JOIN-kan ke tabel utama. Pada query ini digunakan RIGHT JOIN pada tabel "tb_team" dengan alias "b" dan dihubungkan dengan tabel utama menggunakan kondisi ON a.team = b.id_team.
  4. RIGHT JOIN tb_koordinator AS c ON b.id_koordinator = c.id_koordinator: Melakukan RIGHT JOIN lagi pada tabel "tb_koordinator" dengan alias "c" dan dihubungkan dengan tabel "tb_team" menggunakan kondisi ON b.id_koordinator = c.id_koordinator
Dengan menggunakan RIGHT JOIN, maka semua baris dari tabel "tb_team" dan "tb_koordinator" akan ditampilkan, termasuk jika tidak ada data yang sesuai dengan kondisi JOIN pada tabel "tb_anggota". Hasil akhir dari query ini adalah tabel yang menampilkan nama anggota, nama tim, dan nama koordinator untuk setiap anggota, dengan semua data dari tabel "tb_team" dan "tb_koordinator" yang ada ditampilkan.

24. Get Data From 3 All Table Without Null Data From Table Tb_koordinator 

Ini adalah sebuah query untuk menampilkan data dari tiga tabel yaitu "tb_anggota", "tb_team", dan "tb_koordinator" dengan menggunakan INNER JOIN.

Penjelasan dari masing-masing elemen dalam query tersebut adalah sebagai berikut:

  1. SELECT a.nama AS nama_anggota, b.nama_team, c.nama AS nama_koordinator: Menentukan kolom-kolom yang akan ditampilkan pada hasil query. Pada query ini akan ditampilkan kolom "nama" dari tabel "tb_anggota" dengan alias "nama_anggota", kolom "nama_team" dari tabel "tb_team", dan kolom "nama" dari tabel "tb_koordinator" dengan alias "nama_koordinator".
  2. FROM tb_anggota AS a: Menentukan tabel utama yang akan digunakan pada query, dalam hal ini adalah tabel "tb_anggota" yang diberi alias "a".
  3. INNER JOIN tb_team AS b ON a.team = b.id_team: Menentukan jenis JOIN dan tabel yang akan di-JOIN-kan ke tabel utama. Pada query ini digunakan INNER JOIN pada tabel "tb_team" dengan alias "b" dan dihubungkan dengan tabel utama menggunakan kondisi ON a.team = b.id_team.
  4. INNER JOIN tb_koordinator AS c ON b.id_koordinator = c.id_koordinator: Melakukan INNER JOIN lagi pada tabel "tb_koordinator" dengan alias "c" dan dihubungkan dengan tabel "tb_team" menggunakan kondisi ON b.id_koordinator = c.id_koordinator.
Dengan menggunakan INNER JOIN, maka hanya baris yang memiliki data yang sesuai pada semua tiga tabel yang akan ditampilkan. Hasil akhir dari query ini adalah tabel yang menampilkan nama anggota, nama tim, dan nama koordinator untuk setiap anggota yang memiliki data yang sesuai pada semua tiga tabel.


25. Get Data only field fullname from tb_koordinator and fullname from tb_anggota without null data   

Berikut adalah contoh perintah SQL untuk mendapatkan data hanya dari kolom "Nama" pada tabel Tb_koordinator dan Tb_anggota, dengan hanya menampilkan data yang tidak memiliki nilai null pada kedua tabel:

Perintah ini akan mengambil data dari tabel Tb_anggota, Tb_team, dan Tb_koordinator, dengan menggunakan operasi JOIN untuk menggabungkan data dari ketiga tabel tersebut. Data yang diambil hanya yang memiliki nilai yang tidak null pada kolom "Nama" di kedua tabel. Hasilnya akan menampilkan kolom Nama_Koordinator dan Nama_Anggota. Anda dapat menyesuaikan kolom yang ingin ditampilkan atau menambahkan kondisi lain sesuai kebutuhan Anda.
                          
26. Get Data only field fullname from tb_koordinator and fullname from tb_anggota with null data                              

Untuk mendapatkan data hanya dari kolom "fullname" pada tabel Tb_koordinator dan Tb_anggota, termasuk data yang bernilai null, seperti berikut ini

Perintah ini akan mengambil data kolom "fullname" dari kedua tabel  yang bernilai null pada kedua tabel.
     
27. Get Data From 3 All Table Sort By Fullname 

Perintah ini akan mengambil data dari tabel Tb_anggota, Tb_team, dan Tb_koordinator, dengan menggunakan operasi JOIN untuk menggabungkan data dari ketiga tabel tersebut. Hasilnya akan diurutkan berdasarkan kolom "Nama" secara alfabetis, terlebih dahulu berdasarkan kolom "Nama_Koordinator", kemudian berdasarkan kolom "Nama_Anggota", dan terakhir berdasarkan kolom "Nama_Tim". Anda dapat menyesuaikan kolom yang ingin ditampilkan atau menambahkan kondisi lain sesuai kebutuhan Anda.





28. Count The Number Of Members Based On The Team 

Perintah SQL di atas mengambil data dari tiga tabel yaitu Tb_anggota, Tb_team, dan Tb_koordinator dengan menggunakan LEFT JOIN. Perintah ini akan menampilkan nama anggota, nama tim dari tabel Tb_team, dan nama koordinator dari tabel Tb_koordinator.

Pada perintah ini, alias "a" digunakan untuk tabel Tb_anggota, alias "b" digunakan untuk tabel Tb_team, dan alias "c" digunakan untuk tabel Tb_koordinator. LEFT JOIN digunakan untuk mengambil semua data dari tabel Tb_anggota, dan data yang sesuai dari tabel Tb_team dan Tb_koordinator.

Perintah SELECT digunakan untuk memilih kolom-kolom yang akan ditampilkan yaitu kolom "nama" dari tabel Tb_anggota dengan alias "nama_anggota", kolom "nama_team" dari tabel Tb_team, dan kolom "nama" dari tabel Tb_koordinator dengan alias "nama_koordinator".

Perintah ORDER BY digunakan untuk mengurutkan hasil berdasarkan kolom "nama" dari tabel Tb_anggota secara ascending (ASC).

29. Count The Number Of Members Based On Fullname On Tb_koordinator That Has Members More Than Or Equal To 5.     

Untuk menghitung jumlah anggota berdasarkan kolom "fullname" pada tabel Tb_koordinator yang memiliki anggota lebih dari atau sama dengan 5, Anda dapat menggunakan perintah SQL COUNT, GROUP BY, HAVING, dan JOIN seperti berikut:
  

Perintah ini akan mengambil data kolom "fullname" dari tabel Tb_koordinator, menghitung jumlah anggota pada setiap koordinator menggunakan COUNT, dan menampilkan hasil hanya untuk koordinator yang memiliki anggota lebih dari atau sama dengan 5 menggunakan HAVING. JOIN digunakan untuk menggabungkan tabel Tb_koordinator, Tb_team, dan Tb_anggota.

  • Perintah SELECT digunakan untuk memilih kolom-kolom yang akan ditampilkan yaitu kolom "fullname" dari tabel Tb_koordinator, dan hasil COUNT dengan alias "Number_of_Members".
  • Perintah GROUP BY digunakan untuk mengelompokkan hasil berdasarkan kolom "fullname" dari tabel Tb_koordinator.
  • Perintah HAVING digunakan untuk memfilter hasil berdasarkan jumlah anggota yang lebih dari atau sama dengan 5.
          
30. Create View From Data On Point 26        

untuk membuat view baru seperti perintah di atas yang bernama "v_nmkoordinator_nmanggota". View ini akan menampilkan kolom "nama_koordinator" dan "nama_anggota" yang diambil dari tabel Tb_anggota, Tb_team, dan Tb_koordinator.

Pada perintah SELECT, kolom "nama" pada tabel Tb_koordinator diberi alias "nama_koordinator", sedangkan kolom "nama" pada tabel Tb_anggota diberi alias "nama_anggota".

Untuk menggabungkan data dari ketiga tabel, digunakan RIGHT JOIN pada tabel Tb_anggota dan Tb_team, serta RIGHT JOIN pada tabel Tb_team dan Tb_koordinator. Hal ini dilakukan agar semua data pada tabel Tb_anggota dan Tb_team tetap ditampilkan meskipun tidak memiliki data yang cocok pada tabel Tb_koordinator.

Setelah view "view_nmkoordinator_nmanggota" dibuat, Anda dapat mengaksesnya seperti tabel biasa pada database dan melakukan SELECT untuk menampilkan data pada view tersebut.   



31. Create Temporary Table From Data On Point 26   
Untuk membuat temporary table dari data yang diambil pada poin 26, Anda dapat menggunakan perintah SQL CREATE TEMPORARY TABLE seperti berikut;

Perintah ini akan membuat temporary table baru bernama "temp_anggota" dengan data yang diambil dari tabel Tb_anggota. Perintah ini akan membuat temporary table baru bernama "tmp_anggota" dengan data yang diambil dari tabel Tb_anggota.



32. Truncate Table Temporary
TRUNCATE TABLE digunakan untuk menghapus semua baris atau data pada sebuah tabel, sehingga tabel tersebut menjadi kosong. Ketika perintah TRUNCATE TABLE digunakan pada temporary table, maka seluruh data pada temporary table akan dihapus.
Untuk menghapus data pada temporary table yang telah dibuat sebelumnya, Anda dapat menggunakan perintah TRUNCATE TABLE seperti berikut:


Perintah ini akan menghapus semua data pada temporary table "temp_koordinator_anggota" yang telah dibuat sebelumnya.
TRUNCATE TABLE tidak dapat digunakan pada tabel yang sedang digunakan atau memiliki ketergantungan dengan tabel lainnya. Selain itu, perintah ini tidak dapat dikembalikan dan akan menghapus semua data pada tabel yang ditentukan.

33 Insert Data Into Table Temporary From View 

Untuk memasukkan data dari view ke dalam temporary table, Anda dapat menggunakan perintah INSERT INTO.
Perintah ini akan membuat sebuah temporary table bernama "temp_koordinator_anggota" dan mengisi data dari view "v_koordinator_anggota" ke dalam temporary table tersebut.
Ketika perintah tersebut dijalankan, sistem akan membuat sebuah temporary table dengan struktur yang sama dengan view "view_nmkoordinator_nmanggota" dan memasukkan seluruh data dari view ke dalam temporary table tersebut.


34. Add Column Captain Using Data Type Boolean  
Untuk menambahkan kolom "captain" pada tabel "tb_team" dengan tipe data boolean, Anda dapat menggunakan perintah ALTER TABLE. Berikut adalah contoh  untuk menambahkan kolom "captain" pada tabel "tb_team":
Perintah tersebut akan menambahkan kolom "captain" pada tabel "tb_team" dengan tipe data boolean. Secara default, kolom tersebut akan diisi dengan nilai 0.

35. Update Data tb_anggota For Rach Team Have 1 Captain    
Untuk memperbarui data pada tabel "tb_anggota" sehingga setiap tim memiliki satu kapten, Anda dapat menggunakan perintah UPDATE dengan menggunakan subquery. Berikut adalah contoh sintaksis untuk memperbarui data pada tabel "tb_anggota" sehingga setiap tim hanya memiliki satu kapten:



36. Add Column jenis_kelamin Using Data Type Enum    
Untuk menambahkan kolom "jenis_kelamin" dengan tipe data ENUM
Perintah ini akan menambahkan kolom "jenis_kelamin" pada tabel "tb_anggota" dengan tipe data ENUM yang memiliki dua pilihan nilai: "L" dan "P". Kolom ini diatur dengan opsi NULL, sehingga setiap baris data pada tabel harus memiliki nilai pada kolom ini. Anda dapat menyesuaikan perintah ALTER TABLE sesuai dengan nama tabel dan kolom yang ingin Anda tambahkan, serta pilihan nilai ENUM yang sesuai dengan kebutuhan

37. Update Data tb_anggota For Column jenis_kelamin
Untuk mengubah data pada kolom "jenis_kelamin" pada tabel "tb_anggota", dapat dilakukan dengan perintah berikut:

jk laki laki

jk perempuan

hasil ;



Perintah ini akan menambah nilai kolom "jenis_kelamin" menjadi "P" dan "L" pada semua baris data pada tabel "tb_anggota" . Anda dapat menyesuaikan perintah UPDATE sesuai dengan nama tabel, kolom, serta kondisi dan nilai yang ingin Anda ubah pada data.

38. Get Data From 3 All Table Sort By Fullname From Tb_anggota Alphabetically

Untuk mendapatkan data dari 3 tabel dan mengurutkannya berdasarkan nama lengkap dari tabel "tb_anggota" secara alfabetis, Anda dapat menggunakan perintah SQL berikut:

Perintah di atas akan mengambil data dari tabel "tb_anggota", "tb_team", dan "tb_koordinator". Kemudian data akan diurutkan berdasarkan nama lengkap pada tabel "tb_anggota" secara alfabetis dengan menggunakan klausa "ORDER BY" dan mengurutkan secara ascending (dari A ke Z) dengan menggunakan keyword "ASC". Klausa "LEFT JOIN" digunakan untuk mengambil data dari tabel "tb_team" dan "tb_koordinator" meskipun tidak ada baris pada tabel "tb_anggota" yang sesuai dengan kondisi join.

Restful Api

PENGERTIAN RESTful API (Representational State Transfer) adalah suatu arsitektur untuk membuat API (Application Programming Interface) yang ...